Minggu, 10 Maret 2013

Jantung Elektrik Untuk tetap bertahan Hidup

Newcastle, Inggris, Anne Higgs merupakan salah satu dari segelintir orang di dunia yang hidup dengan jantung mekanik. Untuk bertahan hidup, jantung Anne harus selalu mendapat suplai listrik, baik dari baterai maupun listrik langsung.

Jantung Anne tak bisa berdetak dengan sendirinya. Ia masih bisa bertahan hidup hingga sekarang berkat jantung elektrik di dadanya. Nenek 56 tahun ini pun jadi sedikit orang di dunia yang hidup dengan jantung mekanik.

"Semua teman-teman memanggil saya 'nenek elektrik'. Saya hidup oleh baterai di siang hari dan listrik 240 volt di malam hari," ujar Anne Higgs, seperti dilansir Mirror, Senin (11/3/2013).

Anne memiliki kabel listrik yang keluar dari perutnya. Ibarat ponsel, jantungnya harus di-charge setiap malam. Sebelum tidur ia akan mematikan lampu di samping ranjangnya, mencium sang suami dan men-charge diri sendiri.

"Saya tidak lagi memiliki denyut nadi. Jantungku masih berada di tempatnya tetapi darah tidak bisa lagi melewatinya. Darah harus lewat dengan cara mekanis," jelas Anne, yang berasal dari Newbiggin, Northumberland, Inggris.

Bila menaruh stetoskop di dada Anne, yang dokter dengar bukanlah detak jantung yang lembut, melainkan seperti suara mesin cuci twin-tub. Jantung Anne dilengkapi dengan perangkat titanium setelah mengalami serangan jantung pada Maret 2009.

Anne dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi darurat untuk menempatkan dua stent dalam jantungnya. Dokter mengatakan Anne membutuhkan jantung baru, sehingga ia pun dimasukkan ke dalam daftar tunggu transplantasi.

Setahun kemudian ia dirujuk ke Freeman Hospital di Newcastle, Inggris, di mana ia bertemu dengan tim perintis yang dipimpin oleh Prof Stephan Schueler.

"Pada saat saya sampai ke mereka, kondisi saya begitu memburuk. Saya merangkak seperti anjing. Saya tidak dapat bernapas, berjalan atau menelan makanan. Segera setelah mereka melihat saya, mereka berkata, 'Kami ingin kau kembali (ke sini) dalam empat hari untuk jantung mekanik," kenangnya.

Kini wanita yang mengelola sebuah toko sandwich ini pun bisa hidup kembali. Ia masih berada di daftar transplantasi, tapi setidaknya ia bisa menunggu tanpa harus menderita.

Profesor Norman Williams, dari Royal College Of Surgeons mengatakan ini adalah contoh inovasi bedah yang bagus di Inggris, yang dapat menyelamatkan nyawa pasien yang dinyatakan mungkin telah meninggal sebelum menerima transplantasi jantung.

0 komentar:

Posting Komentar